Soto Sokaraja: Saat Saus Kacang Tidak Pernah Salah

“Sayang, ada teman menikah, aku diundang, nanti kita dateng ya..”, tanya istri. “Okeh!”, jawab saya. “Di mana resepsinya?”, tanya saya. “Purwokerto”, kemudian hening sejenak. Tapi tidak lama kok, selang waktu beberapa menit, kami berdua langsung merancang agenda untuk bisa menikmati salah satu kota di pulau jawa yang sering dibuat bahan bercandaan sebagai plesetan dari “Puerto Rico” ini.

Setelah datang ke tempat resepsi temannya istri, waktu hanya tersisa beberapa jam saja sebelum kami berdua harus pergi menuju stasiun kereta api Purwokerto. Ada satu hal yang mengusik pikiran saya (cieh, mengusik banget bahasanya!). Ingat Purwokerto, ingat ada semangkuk soto khas kota ini yang sangat masuk rasanya di lidah saya. Soto Sokaraja. Langsunglah kami cari informasi mengenai santapan tradisional ini dan dimana tempat yang tepat untuk bisa menikmatinya.

Soto Sokaraja

Satu hal yang membuat soto ini berbeda adalah kuahnya yang bercampur dengan saus kacang yang biasanya dijadikan saus ‘cocolan’ untuk panganan lain. Untuk sotonya sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda isinya dengan soto-soto yang biasa kita temukan di Bogor ataupun Bandung. Saus kacangnya itulah yang jadi primadona di dalam mangkuk tersebut. Gimana, udah pakai kata ‘primadona’ tuh, udah cocok belum untuk jadi FoodBlogger? hehe…

Salah satu tempat yang banyak dikunjungi di Purwokerto saat ingin menikmati semangkuk (atau lebih) adalah, Soto Raja Lama Pak. H, Suradi. Kenapa di sini? karena Mbah Gugel berkata demikian (jiaaah, google! Drop woi! haha…). Untuk lokasi, tempatnya berada tidak jauh dari alun-alun Purwokerto. Tepatnya berada di Jl. Jend Sudirman no.46. Semangkuk soto sokaraja panas-panas, disantap dengan segarnya es teh+renyahnya kerupuk. Lengkap sudah perjalanan super singkat kami di Purwokerto. Perut kenyang, saatnya saya dan istri beranjak ke stasiun kereta untuk pulang ke Ibukota tercinta.

Soto Raja Lama Hj. Suradi

Ngomong-ngomong, makasih ya, sudah sempetin mampir untuk baca Blog ini. Gimana? ngga essensial amat kan? hehe… Ada tulisan lain sihh yang mungkin bisa cukup penting untuk kamu baca (kalau berkenan, hehe…). Adios!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *