Solo: Warisan Heritage yang sunyi nan damai

Hai, semua! Saya mau ajak kalian semua untuk balik ke bulan Desember 2016. Saat saya dan istri sudah resmi menjadi… ya suami dan istri seutuhnya (apa sih, seutuhnya?). Perjalanan kami menikmati masa indah berbulan madu dimulai dengan menjelajah salah satu kota di daerah Jawa Tengah yang selalu menjadi kota favorit saya. Surakarta alias Solo.

Sudah sempat mencari-cari penginapan yang enak tapi tidak yang terlalu spektakuler juga harganya dan akhirnya kami menemukan sebuah hotel yang ternyata belum lama ini dibangun. Warisan Heritage Solo.

Warisan Heritage Solo

Saat kami tiba di hotel ini, kesan pertama begitu menggoda selanjutnya… lah iklan. Belum banyak yang datang untuk menginap karena hotel ini baru selesai dibangun di tahun 2016. Jadi bisa dibilang maish dalam tahap awal promosi dan pengembangan. Kita melihat ada banyak desain jawa lama dengan beberapa pajangan berupa tokoh-tokoh wayang di ruang resepsionisnya. Cukup sulit untuk menemukan lokasi hotel ini saat kami mendarat di bandara Adi Sumarmo. Karena ternyata daerahnya lumayan jauh dari pusat kota Solo yang terletak di Jl. Slamet Riyadi.

Warisan Heritage Solo yang tenang

Setelah selesai check-in, kami langsung diantar menuju kamar. Melewati sebuah kolam renang yang terlihat cantik dengan penerangan lampu kuning di sekitarnya, pepohonan kecil, dan suasana yang sangat tenang. Yang membuat Hotel & Resort ini terasa sangat sepi dan hening adalah areanya yang diapit oleh sawah dan desa-desa kecil Solo. Oh iya, hotel ini dibangun sebagai perluasan dari hotel lain yang terletak tidak jauh, dan masih berada di kawasan yang sama. Jadi kata bapak-bapak yang lagi sibuk bersih-bersih dan kami ganggu dengan pertanyaan-pertanyaan kepo, dahulu kala ada sekumpulan bule yang sedang berkeliling solo menginap di hotel dekat sini, protes karena kamarnya tidak cukup jumlahnya. Jadilah Warisan Heritage ini sebagai tambahan kamar (kalau-kalau kumpulan bule itu datang lagi suatu hari nanti).

Teras tiap kamar di Warisan Heritage

Kamarnya sendiri sangat bernuansa jawa. Ornamen-ornamen, ukiran sampai interiornya yang sangat kental nuansa jawanya. Dan oh ini yang paling penting. Kamar mandinya itu loh, cantik sekali. Apalagi dengan bath tub-nya yang tidak seperti bath tub hotel pada umumnya. Dibuat dari rangkaian keramik. Serasa berendam bak raja (ngga raja juga sih, tapi beneran cantik banget kamar mandinya!). Karena sampai Solo malam hari, jadi tidak banyak yang bisa kami lakukan. Check-in, beberes sebentar, mandi, dan istirahat deh.

Kamar Mandi Warisan Heritage

Pagi, semua! Beberapa kali saya pulang kampung ke kota ini, kali ini cukup berbeda. 1. Udah ber-istri (cieeh!), 2. Udaranya sangat segar sekali. Ini mungkin efek hotel yang diapit oleh sawah dan pepohonan. Kolam renang seperti sudah memanggil kami dari kemarin malam. Tanpa pikir panjang kami jawablah panggilan tersebut.

Kolam Renang Warisan Heritage

Lelah berenang, kami segera menyantap menu sarapan yang ternyata sudah termasuk dalam harga menginap per malam di sini (sekitar Rp. 500.000/malam). Lagi-lagi saya dan istri dibuat kagum oleh desain interiornya. Kali ini restorannya. Meja, kursi, lantai, sampai pajangan-pajangannya membuat kami berasa sedang ‘nyarap’ di sebuah rumah jawa lama. Menu nasi goreng dan teh hangat bisa jadi sangat nikmat dengan suasana seperti ini.

Restoran di Warisan Heritage

Satu pengalaman yang cukup menyenangkan, bisa menginap di Warisan Heritage Solo. Dan beruntung juga saya dan istri bisa merasakan bagusnya hotel ini sebelum nanti akan penuh dan selalu fully-booked. Yaa anggaplah ini sebagai hadiah pernikahan kami dari Yang Maha Kuasa (tiba-tiba religius). Alhamdulillah.  Thanks ya, semua sudah mampir untuk baca-baca sebentar. Adios!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *