PERJALANAN MALAYTHAI (MALAYSIA THAILAND) TUTUP TAHUN (PART 1) – PERSIAPAN

Tulisan ini akan menceritakan perjalanan kami #bekpekberdua menutup tahun 2018. Bagaimana nih tahun Anjing tanah mu? Berjalan sesuai yang diharapkan? Atau kayaknya akan kembali menunda pelaksanaan resolusi tahun-tahun sebelumnya? Hehe.. Don’t feel bad. 2019 semoga ada yang kesampaian ya. Amin.

“Pergi ke mana ya akhir tahun ini?” Pertanyaan-pertanyaan macam gini nih, bikin kami berdua kepikiran. Kepikiran tapi lumayan serius sih dibahas dan disikapinya. Tanda tanya akan destinasi untuk akhir tahun sebenarnya sudah ada dari pertengahan tahun 2018. Beberapa destinasi pun sudah sempat jadi incaran kami. Salah satunya adalah India. Melihat dan mendengar cerita teman yang sudah pernah menginjakkan kaki di Laddakh, India membuat kami berangan-angan ingin juga melihat cantiknya daerah yang sempat dijadikan tempat syuting film ‘3 Idiots’ itu.

Ladakh, India (pic from: pinterest)

Ladakh, India (pic from: pinterest)

Setelah, hunting tiket, dan yang di-hunting sepertinya tidak masuk dalam budget kami. Akhirnya diputuskanlah untuk memasukkan Laddakh, India ke dalam Daftar Destinasi Impian kami. Tenang, pasti kita ke sana. Mungkin belum sekarang, besok, atau tahun depan. Tapi pasti kami akan sampai sana. Suatu hari nanti. Oke, sekarang, saatnya kita berunding santai nih. “Ke mana ya kita tahun baru nanti?”. Ngga lama setelah kami memutuskan untuk tidak pergi ke India, kami ingat ada satu teman kami, yang baru saja merilis buku perjalanannya, Heri, bukunya yang berjudul ‘Overland’ membuat kami berpikir untuk melakukan perjalanan lintas perbatasan. Hmm… Tapi perbatasan negara mana dan mana yaaa?

Buku Overland, karya Heri Sugiarto

Buku Overland, karya Heri Sugiarto

Untuk pengalaman menjelajah, mungkin bisa dibilang Riri, si Istri #bekpekberdua, yang lebih banyak jam terbangnya.  Bahkan untuk cerita tentang perbatasan antar negara, si Istri #bekpekberdua ini punya lebih banyak cerita. Dari melewati perbatasan Indonesia (Batam) – Singapura, dan perbatasan Kamboja – Thailand. Sementara Rozy, si Suami #bekpekberdua belum ada nih pengalaman lintas border-nya. Kembali mendapatkan ide dari buku ‘Overland’, kami kemudian membahas santai tentang dua kota. Ipoh di Malaysia, dan Hat Yai di Thailand. Yang ternyata dua kota ini adalah dua kota terdekat dari masing-masing perbatasan (Malaysia dan Thailand). “Aha! Jelajah Ipoh dan Hat Yai gimana?”

Hat Yai, Thailand

Hat Yai, Thailand

Setelah sepakat mufakat (emang ada votingnya?), si Suami dan si Istri #bekpekberdua mulai hunting tiket pesawat. Rencana kami adalah terbang ke Kuala Lumpur, langsung meluncur ke kota Ipoh, kemudian menuju kota Hat Yai (Thailand), dan kembali ke Kuala Lumpur untuk melihat seperti apa suasana pergantian tahun di negara tetangga. Itu artinya kami harus mencari tiket ke Kuala Lumpur terlebih dahulu. And the hunting time begins! Momen-momen seru tapi pusing ada di sini nih. Karena tiap hari rutinitas kami cukup disibukkan dengan aktivitas extra, yaitu memantau semua situs pemesanan tiket, dan beberapa maskapai penerbangan yang punya rute Jakarta – Kuala Lumpur. Setelah proses lihat sana lihat sini, bingung, dilema, gundah gulanah, tapi tak kenal lelah, kami berhasil mendapatkan tiket AirAsia. Sudah selesai? Tentu saja belum. Itu baru tiket pergi, pulangnya menyusul nanti.

Dua bekpek kami

Dua bekpek kami

Si Istri #bekpekberdua kembali dengan laptopnya. Mencari info seputar beasiswa luar negeri yang sudah menjadi impiannya sejak lama. Bahkan sebelum kami berdua pacaran. Eh iya, kalian doakan ya semoga perjuangan si Istri ini untuk bisa melanjutkan studi di luar negeri berjalan lancar, Amin. Sedangkan si Suami, juga masih berkutat dengan laptopnya mencari ide bagaimana cara membuat sebuah komunitas yang berisikan pendengar radio yang hobi jalan-jalan. Oh iya, sekilas info nih, Rozy, si Suami #bekpekberdua profesinya adalah seorang penyiar radio. Dia punya satu program yang membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan travelling. Di mana dia sedang bingung karena untuk tahun 2019 dia harus bisa membuat satu komunitas yang isinya adalah para pendengar yang sukanya jalan-jalan. Ada masukan mungkin dari kamu hai para pembaca? Hehe… Nah dengan ke(sok)sibukan kami, hampir lupa tuh ngurus tiket pulang untuk trip perbatasan Malaysia-Thailand. Cari sana cari sini, buka situs ini buka situs itu, dan tiket Garuda Indonesia akhirnya terbeli. Oh iya kami akan merahasiakan harga yang kami dapat untuk tiket rute Kuala Lumpur – Jakarta ya. Loh kenapa? Ngga apa-apa, biar penasaran aja kalian hehe… Pokoknya untuk sekelas Garuda Indonesia dan di tanggal 1 Januari 2019, we had a pretty good deal lah.

Garuda Indonesia (pic from: pinterest)

Garuda Indonesia (pic from: pinterest)

Tiket pesawat sudah beres, kami pun segera mengurus hal lain yang sekiranya bisa membuat petualangan kami nanti berjalan lancar. Okeh! Bus! Tiket bus! Hotel selama di Ipoh, Hat Yai dan tentunya Kuala Lumpur sebelum balik ke Jakarta! Hmmm apalagi ya? Nah, yang penting ngga penting nih. Itinerary alias urutan perjalanan. Kenapa penting ngga penting? Karena sebenarnya Itinerary itu hanyalah coretan-coretan rencana saja sih, untuk realitanya… Biasanya karena satu dan lain hal, yaa.. bisa sedikit berbeda, sama, atau justru jauh berbeda! Tapi entah kenapa, ini membuat langkah kami akan terasa lebih ringan nanti karena sedikitnya kami berdua punya gambaran akan seperti apa petualangan kami nanti.

Oh iya, momen  ini juga salah satu yang ditunggu tiap kami akan menjelajah. Belum pernah tuh, bikin itinerary dan kami langsung sepakat. Pasti ada proses pasang dan rombak berkali-kali. Debat—debat kecil tapi mesra biasanya terjadi di sini nih (ciehh mesra…). Berbekal Google, kami sudah menetapkan (akhirnya…) bahwa rute New Year Trip kami adalah Kuala Lumpur – Ipoh – Hat Yai – Kuala Lumpur. Dengan beberapa spot wisata di tiap destinasi yang sudah disusun sedemikian rupa, jadi walaupun ada beberapa tempat yang ingin kami lihat tidak terlalu mengganggu waktu santai berdua. Ehh, tapi ini baru rencana sih hahaha… Nyatanya nanti seperti apa, ya bismillah aja.

Tidak terasa, wah udah tanggal 26 aja nih. Waktunya untuk mempersiapkan segalanya. Bekpek dan Carrier sudah siap. Paspor? Ya harus dong! Itinerary? Siap sih, siap untuk dirubah mendadak sewaktu-waktu (haha). Bismillah ya, yuk berangkat. Kami berdua janjian untuk bertemu di Stasiun Kereta Api Bandara BNI City, Air Asia Jakarta – KL berangkat pukul 20:30. Tadinya. Harusnya.

#bekpekberdua bersiap di BNI City

#bekpekberdua bersiap di BNI City

EYHAA, DELAAY! Dan lumayan juga tiga jam delay-nya loh. Dapet makanan sih tapi… yaudah deh (dua orang ini mudah bahagia kalau diberi makanan). Pesawat take off pada pukul 23:30, dengan raga yang sudah cukup lunglai dan mengantuk, #bekpekberdua pun terlelap dalam pesawat menuju Malaysia. Sampai di KLIA 2 sudah hampir jam 3 pagi. Hoaaaahm, mengantuk sangat. Nah ini nih, kadang ya, kita ngga perna tahu kebetulan-kebetulan apa saja yang bisa terjadi saat kita menjelajah. Jadi, tadinya kita berencana booking tiket bus online menuju kota ipoh pukul 2 pagi, dengan perhitungan kita sampai Malaysia sebelum jam 11. Aman dong. Tapi dengan delay 3 jam tentu tidak aman. Untuung, belum booking. Lumayan juga loh 150 ribu/tiket bisa buat sarapan di bandara. Keluar pesawat, jalan kaki menuju imigrasi, menunggu bagasi, semua ditotal bisa tuhh 45 menit sendiri. Semua selesai sudah jam 4 lebih. Dan ada “Untung” part 2 nih, yaitu Capsule Hotel. Jadi, tadinya kami punya rencana menginap di hotel kapsul yang ada di KLIA 2. Ambil paket 3 jam, dari jam 1 sampai 4 pagi. Bayangin kalau waktu itu jadi booking. Hilang menguap sudah tuh 500 ribu. Kebetulan? Bisa jadi. Beruntung? Ya disyukuri aja lah, hehe. [bersambung]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *