Konser Coldplay: Bucketlist Yang Akhirnya Terlaksana

Kata “Bucketlist” bisa jadi kata yang sering terdengar saat kita berbicara tentang destinasi-destinasi impian. Sebuah bucketlist membuat para traveler bermimpi dan berjuang untuk mewujudkan mimpi tersebut. Mereka yakin bahwa suatu hari nanti akan menjadi kenyataan. Untuk kami, bekpekberdua, bukcetlist tidak hanya berhubungan dengan sebuah destinasi. Tapi mimpi untuk bisa bertemu dengan musisi yang sudah kami ikuti perjalanan karirnya, kami dengarkan musik-musiknya sejak album pertama. Akhirnya keinginan kami kesampaian. Menonton LIVE Coldplay!

Coldplay Concert, Finally! (Pic from: standard.co.uk

Coldplay Concert, Finally! (Pic from: standard.co.uk)

Bukan sebuah cerita namanya kalau kita bisa melaluinya tanpa ada halangan sama sekali. Untuk mendapatkan tiket konser Coldplay ini pun dibutuhkan usaha yang cukup mengkhawatirkan, hehe. Untuk konser yang diadakan di singapura tiket sudah dibuka penjualannya dari bulan November 2016. Karena alasan jarak yang cukup dekat dengan Indonesia, semua “jamaah Coldplay”, Wartawan musik, concert photographer, atau bahkan mereka yang “Latah” dengan misi untuk menjadi seorang Social Climber berlomba-lomba untuk bisa menonton band yang baru saja merilis album terbarunya di tahun 2016 ini. Perjuangan untuk bisa masuk ke dalam lobby virtual dari website yang menjual tiketpun tidak terjadi. And it broke our heart (maaf lebay sedikit).

Dengan ditutupnya penjualan tiket konser di singapura, kamipun menghela napas seraya pasrah menerima nasib. Tapi kami bukanlah orang yang mudah menyerah begitu saja. Hanya sedikit melebih-lebihkan dengan drama kehidupan tapi kemudian kami bangkit. Kami mengincar Bangkok. Penjualan tiket konser Coldplay di kota ini dibuka sebulan setelah penjualan di singapura resmi ditutup. Hey, alhamdulillah! Pintu untuk bisa mencoret bucketlist kami terbuka. Kami dapat tiketnya. Thanks to Achied, teman kami yang sudah mau membantu booking melalui website penyelenggara konser di Thailand. Happy? Oh yeah we are!

Live Nation, promotor konser Coldplay (gambar dari: thesource.com)

Live Nation, promotor konser Coldplay (gambar dari: thesource.com)

Konser Coldplay di Bangkok diadakan pada tanggal 7 April 2017. Sebulan sebelum keberangkatan kami, bekpekberdua merencanakan untuk bisa sampai di Bangkok sehari sebelum event dimulai. Dengan alasan untuk bisa mengambil tiketnya dan jalan-jalan santai berkeliling di ibukota negara yang terkenal dengan temple atau kuil-kuilnya ini. Kami berangkat menuju Kuala Lumpur terlebih dahulu dan menginap di bandara semalam, baru kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bangkok keesokan harinya. Sesampainya di Bangkok, saya, si Suami dan si Istri bersama teman-teman kami bergegas menuju hotel tempat kami menginap, yaitu di Nasa Vegas Hotel. Baru setelah bebersih sebentar dan merebahkan badan untuk sejenak istirahat kami memesan taksi online dan menuju DC Mall Bangkok untuk menukarkan e-ticket dengan tiket konser Coldplay yang sebenarnya.

Sampai di DC Mall, yang ternyata merupakan sebuah pusat perbelanjaan yang baru saja dibangun di Bangkok, kami cukup terkejut (sebenarnya lebih ke kaget banget) melihat antrean yang panjangnya… wuih! Tapi kami tidak lama terkejutnya karena yah ini Coldplay. Ada perbedaan antara penyelenggara konser A Head Full of Dreams di tiap negara. Untuk Singapura, Live Nation Lushington Singapore yang bertanggung jawab, sementara di Bangkok, konser diselenggarakan oleh Live Nation Bec-Tero Limited, dengan Thai Ticket Major yang menjadi pusat penjualan tiketnya. Dari laporan yang kami dapatkan dari media social, tidak ada masalah yang terjadi di Singapura saat penukaran tiket. Tapi hal sebaliknya terjadi saat di Bangkok. Antrean yang membludak dan tidak terkordinasi dengan baik disebabkan oleh ketidaksiapan penyelenggara untuk mengatur system dan proses penukaran tiket yang seharusnya bisa lebih sederhana dari ini. Penonton yang datang ke DC Mall, harus mengambil nomor antrean, dan menunggu untuk dipanggil. Masalah yang terlihat adalah urutan nomor yang dipanggil sangat random. Jika pada pukul 12 siang yang dipanggil adalah nomor 200-400, jam 3 siang bisa jadi nomor 60-100 yang dipanggil. Semua orang tidak mendapatkan kejelasan waktu penukaran tiket. Beruntung ada teman dari teman kami (Temanception!) yang kebetulan ada di antrean terdepan, sangat berbaik hati mau membantu kami menukarkan e-ticket. Hanya dalam waktu 2 jam saja tiket sudah ditangan.

Tiket Coldplay sudah di tangan

Tiket Coldplay sudah di tangan

Karena mereka (teman dari teman kami (Temanception lagi!)) sudah mau mau membantu, kami memutuskan untuk mencari tempat makan terdekat dan makan siang bersama. Ada satu daerah berisikan café-café dan warung makan kecil yang interior dan eksteriornya dibuat dari bahan kendaraan kontainer.  Menjual beragam makanan seperti, Pad Thai, Nasi Goreng dan lain-lain. Okay, Off we go! Hati senang, perut kenyang, Terima kasih, Tuhan! Kami siap untuk tanggal 7 April!

Isi perut dahulu setelah antre ambil tiket

Isi perut dahulu setelah antre ambil tiket

si Istri yang sumringah karena tiket sudah di tangan

si Istri yang sumringah karena tiket sudah di tangan

Hari yang ditunggu pun tiba. Dengan berbekal cemilan-cemilan yang sudah dibeli di minimart terdekat dan tentunya kaos hitam bertuliskan Coldplay: A Head full of Dreams Tour, kami, bekpekberdua, bersama beberapa “jamaah Coldplay” siap untuk berkaraoke bersama. Konser dimulai pada pukul 21:00. Sebenarnya kami tidak ada ambisi untuk mendapatkan tempat terdekat dengan Chris Martin sehingga harus datang ke Rajamangala Stadion pagi-pagi sih, tapi untuk mengantisipasi hal-hal apapun itu yang bisa merusak rencana kami bernyanyi bersama, kami putuskan untuk berangkat dari hotel pada pukul 3 sore hari. Taksi online sudah dipesan dan meluncurlah kami menuju stadion tempat konser nanti. Jarak antara hotel Nasa Vegas dengan Rajamangala Stadion ada sekitar tiga kilometer. Dengan mobil seharusnya bisa sampai dalam waktu kurang dari 15 menit. Tapi dengan jumlah orang Thailand+ warga asing (sepertinya akan didominasi oleh Indonesia deh) yang akan menuju tempat yang sama, diperlukan waktu hampir satu jam untuk bisa menuju stadion.

Sampai di stadion, pemandangan yang terlihat adalah kanan kiri banyak wajah yang tipenya tidak asing. Awalnya kami berpikir “ah, Indo dan Thai kan mirip-mirip tampangnya”. Tapi begitu banyak kalimat “Eh gua udah sampe Rajamangala nih, loe dimana?” terdengar, oke transmigrasi besar-besaran Indonesia ke Bangkok nih sepertinya hari ini. Antrean masuk gate sudah terlihat memanjang. Jam menunjukkan pukul lima sore. Kami pun ikut mengantre. Pukul enam kurang, gate masuk akhirnya dibuka dan beribu penonton pun masuk satu persatu dengan excitement yang sangat terlihat dari muka mereka. Kami sempat melihat ada satu keluarga, Bapak, Ibu dan satu anak laki-laki yang mengenakan kaos persis seperti yang kami pakai, juga sedang mengantre. Masing-masing dari mereka bersenandung lagu Coldplay yang berbeda. That’s adorable!

The crowded Ranjamangala Stadion

The crowded Ranjamangala Stadion

Dan... Bendera Slank juga sampai Bangkok

Dan… Bendera Slank juga sampai Bangkok

Pengecekan tiket berbentuk kartu dan kamera dilakukan. Tapi yah namanya manusia ya. Sepertinya kalau mendengar larangan, otak akan secara otomatis berputar, memikirkan cara bagaimana agar bisa lolos. Dengan tulisan di papan pengumuman mengenai larangan membawa kamera di sekitar area stadion, cukup banyak kami melihat beberapa membawa kamera di tangannya, tidak tanggung-tanggung, Tripod pun juga mereka tenteng. Entah harus kagum atau….. ya kagum saja sih, haha.

Beres urusan cek dan ricek tiket, masuk langsung ke area stadion dan kami senang bukan main. Terlihat panggung yang nanti akan digunakan oleh Chris, Guy, Jonny dan Will untuk konser A Head Full of Dreams-nya. Background panggung dengan gambar album terbaru mereka membuat kami tambah semangat menunggu konser dimulai tiga jam lagi. Setelah opening act daru Jess Kent selama kurang lebih 40 menit, Jam menunjukkan pukul 9 malam, dan konser Coldplay pun dimulai. Semua berteriak histeris. Dibuka dengan lagu A Head full of Dreams, gelang yang diberikan kepada setiap penonton seketika menyala dan mengajak pemakainya untuk melompat bersama. Yellow, Every Teardrop is Waterfall, The Scientiest menjadi lagu mereka berikutnya sebelum mereka membawakan lagu berjudul Birds, salah satu single dari album terbaru mereka.

Suasana 3 jam sebelum konser dimulai

Suasana 3 jam sebelum konser dimulai

#bekpekberdua di konser Coldplay

#bekpekberdua di konser Coldplay

A Good Sunset at a Good Concert

A Good Sunset at a Good Concert

Here they are, Coldplay!

Here they are, Coldplay!

Penonton dibawa seolah terbang saat lagu Paradise dinyanyikan. Sementara saat Everglow, tidak sedikit terlihat orang yang menunduk dan meneteskan air mata. Ada kejutan special yang disiapkan di Bangkok. Sebuah stage yang awalnya ditutup oleh kain. Stage yang digunakan oleh Coldplay bermain secara akustik. In My Place, Don’t Panic dan Til Kingdom Come dibawakan di stage ini. Dan beruntungnya kami yang berdiri sekitar 200 meter dari panggung kejutan ini. Yeay, harga tiket kelas B rasa kelas A! hahaha.

Coldplay performance is magical!

 Coldplay performance is magical!

A Concert full of stars

 A Concert full of stars

Just a few meters away from these guys

Just a few meters away from these guys

Thank you, Coldplay! Thank you...

Thank you, Coldplay! Thank you…

Konser Coldplay ini menurut kami sangat pintar dalam memainkan emosi penontonnya. Perpindahan lagu yang diikuti dengan pengaturan cahaya yang keluar dari gelang para penonton membuat lagu demi lagu yang dibawakan punya daya tarik tersendiri. Tidak lupa dengan video visual yang ditampilkan di panggung bersamaan dengan tarian kembang api. Membuat tiap lagu berjalan sesuai dengan alur yang tepat. Kurang lebih sekitar 23 lagu dibawakan malam itu. Saya, si Suami merasa seperti melayang saat lagu terakhir Up&Up dibawakan. One of the best concerts we ever been. Coldplay, kami tunggu kehadirannya di Indonesia! Let’s cross finger, guys! Let it become true.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *