The famous Mango Sticky Rice

Thailand: Kapunka! It’s Delicious!

Thailand jadi tujuan saya dan istri di tahun 2017 ini. Yeay, ini destinasi internasional kami yang pertama sebagai sepasang suami dan istri. Tujuan kami adalah Bangkok untuk konser Coldplay dan dilanjutkan dengan perjalanan kami sebagai #bekpekberdua menuju Myanmar. Oke, di Bangkok, kami sempatkan untuk mencicipi beberapa makanan khas Thailand yang dijual di kota yang 11-12 dengan Jakarta tercinta.

Welcome to Thailand
 Welcome to Thailand

 

Hiruk Pikuk Bangkok
Hiruk Pikuk Bangkok

Saya dan istri sengaja berangkat menuju Bangkok beberapa hari sebelum konser Coldplay digelar. Maklum, sama-sama suka ngebolang agak susah dan sedikit ada yang kurang kalau kami hanya pergi untuk konsernya saja. Sebelum hari di mana kami akan berkaraoke massal bersama para “jamaah Coldplay” lainnya, saya dan istri, bersama teman-teman lainnya sedikit menjelajah kota ini.

Kami tiba di bandara Don Mueang, di pagi hari. Check-in di hotel yang hanya berjarak 3 km dari stadion tempat konser Coldplay digelar, istirahat sebentar dan memulai petualangan kita setelahnya (beuh, petualangan, semacam mau mendaki gunung Everest aja, haha…).

Beberapa panganan khas Thailand jadi incaran kami. Mango Sticky Rice yang sudah kami targetkan (lebih tepatnya yang ditargetkan si suami sih, haha..). Terkadang, panganan khas suatu negara akan lebih terasa lezatnya kalau makannya di pinggir jalan. Itulah yang kami lakukan. Kita coba cari jajanan pinggir jalan yang dijual dengan menggunakan gerobak kecil. Yang very Thailand lah pokoknya.

Khao San Road
Khao San Road

Kami mengunjungi satu daerah yang jadi tujuan para travelers yang datang mengunjungi Bangkok. Khao San Road. Selain Hostel, Hotel dan Bar yang bertebaran di sekitar jalan ini, kamu juga bisa melihat banyak barang-barang yang dijual di pasar malamnya dan tentunya, gerobak-gerobak penjual panganan khas Thailand. Saat turun dari Tuk-Tuk (salah satu moda transportasi khas Thailand, yang betuknya mirip Bajaj), gerobak kecil penjual Mango Sticky Rice sudah siap menyambut saya dan istri. Mission 1: Accomplished!

Mango Sticky Rice Stall
Mango Sticky Rice Stall

 

The famous Mango Sticky Rice
The famous Mango Sticky Rice

Berkeliling menjelajah jalan Khao San, cukup melelahkan. Setelah kurang lebih sejam kami berjalan, kami pikir sepiring Pad Thai bisa kembali mengisi tenaga kami yang mulai berkurang. Sebuah warung kecil dengan antrean turis-turis yang kelaparan terlihat di kejauhan. Kamipun ikut mengantre. Sepiring Pad Thai, dengan taburan kacang tanah, dan saus pedas manis khas Thailand, ditemani dengan segelas es teh sukses membuat tabung tenaga penuh kembali. Okay, let’s go again!

“Blend with Locals, Eat their foods”

Thai's Pad Thai
Thai’s Pad Thai

Satu hal yang cukup unik (untuk yang ini, mungkin “geli” jadi kata yang tepat ya), tentang jajanan Thailand. Pemandangan gerobak yang menjual beraneka ragam serangga dan ulat terlihat di beberapa jalanan di Bangkok, Thailand. Dibutuhkan keberanian atau mungkin ketidakacuhan tingkat tinggi untuk dapat merasakan sensasi serangga dengan saus manis masuk ke dalam mulutmu. Belalang, jangkrik, kalajengking, sampai dengan ulat sutra dijual dengan harga 50 Baht untuk satu kantong penuh serangga. Berani? Cukup jangkrik saja untuk saya.

Bugs & Insects, mister? They're delicious!
Bugs & Insects, mister? They’re delicious!

Ijinkan saya untuk menekan tombol Fastforward, karena cemilan khas Thailand berikutnya dijual di Chatuchak Weekend Market, dimana saya, istri bersama kedua teman (dan anak mereka) pergi ke sana sehari setelah konser Coldplay digelar. Satu tempat yang jadi salah satu tujuan para pelancong saat mengunjungi Thailand adalah Chatuchak. Sebuah pasar tradisional yang menjual berbagai macam barang, dari kaos, pernak-pernnik sampai interior untuk rumah dengan harga yang sangat miring sekali (dan masih bisa ditawar). Dan pasar ini hanya buka di hari Sabtu dan Minggu (weekend). Banyak dari para pengunjung (dan dalam hal ini cukup banyak orang Indonesia yang terlihat) yang datang untuk membeli banyak barang dengan tujuan agar dapat dijual kembali sesampainya di negara asal. Bayangkan saja sebuah kaos yang harganya bisa Rp. 75.000 di Indonesia, di Chatuchak dijual dengan harga 50 Baht (atau seharga Rp. 19.500).

Coconut Ice Cream
Coconut Ice Cream

Istri belanja, suami makan. Istri tawar menawar, suami menikmati segarnya Coconut Ice Cream sambil memperhatikan turis-turis berlalu-lalang melihat dan membeli barang-barang yang belum tentu akan dipakai setelah mereka beli. Es krim ini dijual di pinggir jalan besar yang terletak di tengah pasar Chatuchak. Dengan harga sekitar 15 Baht (atau sekitar Rp. 6000)/porsi. Segar, dan nagih pastinya. Apalagi dengan cuaca Bangkok yang sangat panas menyengat.

Masih ada banyak panganan Thailand yang ada, tapi tidak cukup waktu untuk kami bisa mencicip semuanya. So little time so much to do, karena masih ada beberapa spot lagi di Thailand yang akan kami kunjungi. But well, Thai dishes are good! Worth the taste, and worth the price no doubt! Kita ketemu lagi di cerita #bekpekberdua yang lain ya, teman-teman. Have a nice day!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *