Inggil: Resto Dan Museum Yang Bersatu

Kembali ke beberapa bulan yang lalu, saat saya, si Suami sudah sah menjadi pasangan dari si Istri. Satu hal yang cukup kami tunggu-tunggu saat itu adalah perjalanan pertama kami menjelajah berdua. Dengan destinasi tiga kota yang sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya, kami langsung pergi menuju bandara halim perdana kusuma di cawang dan bersiap menuju kota Solo, dilanjutkan dengan Malang dan Bali sebagai tujuan terakhir untuk petualangan bulan madu kami. Saat di Malang, kami sempat mampir ke sebuah restoran yang cukup unik.

Mencoba makanan atau setidaknya tempat makan yang ada di sebuah daerah yang kami kunjungi menjadi satu hal yang menurut kami, harus dilakukan. Karena dengan cara tersebut, kami bisa menyatu dengan suasana lokal dari tempat yang kami tuju. Untuk kali ini, ada sebuah restoran dengan konsep yang cukup unik. Dimana konsep seperti ini hanya satu-satunya yang ada di kota Malang. Selamat datang di Restoran Inggil. Sebuah restoran, yang juga adalah sebuah museum.

Restoran Inggil, Malang

Restoran Inggil, Malang

Terletak tidak jauh dari stasiun kereta malang, sebenarnya restoran ini bukan sebuah tempat yang menyediakan makanan khas kota apel. Menu yang ada kebanyakan adalah masakan khas sunda, walaupun beberapa makanan dan minuman yang menjadi andalan mereka adalah panganan khas kota malang. Berlokasi di jalan Gajah Mada, restoran ini mengusung tema museum, dimana akan banyak terlihat berbagai pajangan, mainan, sampai dengan rokok yang berasal dari tempoe doeloe. Sampai di restoran, kami disambut dengan papan kayu berwarna cokelat gelap bertuliskan “Dateng Mriki Saget Hotspot”, sebuah bahasa tradisional dari jawa yang punya arti: “Di sini bisa hotspot”. Pemandangan sekelompok orang (bahkan keluarga) yang berkumppul untuk menunduk bersama-sama melihat ponsel tanpa menghiraukan sekelilingnya pun bisa terlihat, hehe.

Saat pemilik restoran ini memutuskan untuk mengusungkan konsep museum, sepertinya memang ide-nya dikerjakan dengan totalitas. Karena koleksi yang bisa kamu lihat di restoran ini tidak main-main. DI awal kami sempat sebutkan ada beberapa pajangan dan mainan jadul, koleksi barang-barang jaman dulu yang ada tidak hanya itu saja. Poster iklan tahun 70an, kutipan-kutipan dari artis-artis yang terkenal pada masanya, telepon, mesin ketik, ada juga banyak topeng-topeng yang ditata sangat rapih yang tentunya membuat aura tempoe doeloe-nya semakin berasa.

Topeng-topeng menyambut pengunjung Restoran Inggil

Topeng-topeng menyambut pengunjung Restoran Inggil

Telepon jadul

Telepon jadul

Interior Tempoe Doeloe

Interior Tempoe Doeloe

Kami masuk ke area meja makan dan melihat ada susunan topeng yang seolah melihat kami sambal berkata “Selamat Datang” dengan beraneka ekspresi. Ada tipe lesehan dan juga tipe kursi yang bisa dipilih sesuai kenyamanan para pembeli. Masih mengagumi konsep restoran inggil, para pramusaji datang dan memberi kami daftar menu. Saat membuka buku menu, kami sudah siap mental, jiwa dan raga nih untuk melihat betapa spektakuler nanti harganya. Tapi ternyata angka-angka yang terlihat tidak terlalu membuat kami berdua sesak napas. Bahkan setelah dihitung-hitung, kami sekalian bisa mengajak driver tour kami untuk bisa makan bersama. Harga makanan di restoran inggil berkisar antara Rp. 10.000 sampai dengan Rp. 60.000. Untuk sebuah restoran berkonsep, kalau di kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung, harga yang tertera pasti akan jadi lebih tinggi.

Menu yang kami pesan. Kami lapar!

Menu yang kami pesan. Kami lapar!

#bekpekberdua di Restoran Inggil

#bekpekberdua di Restoran Inggil

Area lesehan restoran inggil

Area lesehan restoran inggil

ning mriki saget hotspot-an

ning mriki saget hotspot-an

Suasana jadoel di resto inggil

Suasana jadoel di resto inggil

Ikan bakar, aneka sambal, tempe dan tahu goreng, sayur kangkung, dan nasi untuk porsi tiga orang sukses mengisi tenaga kami yang sempat habis setelah berkeliling kota malang dan kota solo pada hari sebelumnya. Untuk kamu yang juga mau cicip-cicip seru, restoran bernama Inggil ini buka dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Lokasi detailnya ada di Jalan Gajah Mada no. 4 Kiduldalem. Karena kami berdua punya hasrat makan yang sangat mudah untuk dipuaskan, kami memutuskan bahwa rasa makanan yang disajikan di restoran Inggil ini enak….sekali! Dengan harga yang….bersahabat sekali! Sampai jumpa di sesi makan-makan berikutnya. Adios!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *